My Slot

Akhir Era Deschamps: Prancis Tersingkir di Semifinal Piala Dunia 2026

Akhir era Deschamps sebagai pelatih timnas Prancis resmi berakhir setelah kekalahan 2-0 dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. Pertandingan di Dallas itu sekaligus menjadi laga pamungkas bagi Didier Deschamps yang sudah mengabdi selama 14 tahun sejak 2012. Meski harus pulang tanpa gelar, perjalanannya bersama Les Bleus tetap dikenang sebagai salah satu yang paling gemilang dalam sejarah sepak bola Prancis.

Perjalanan Panjang Deschamps Berakhir di Semifinal

Didier Deschamps mengonfirmasi mundur setelah Piala Dunia 2026 pada Januari 2025. Namun, kekalahan dari Spanyol membuat laga perebutan tempat ketiga melawan Inggris atau Argentina di Miami menjadi pertandingan perpisahannya. Dalam konferensi pers, Deschamps mengatakan, “Saya sangat bahagia dan bangga dengan apa yang telah kami capai. Ini bukan soal kepentingan pribadi, tetapi soal tim.”

Meski gagal mencapai final, Deschamps mencatat rekor sebagai pelatih dengan jumlah laga terbanyak di Piala Dunia, yaitu 26 pertandingan. Ia melewati catatan Helmut Schön (25 laga). Dari 26 laga itu, ia meraih 20 kemenangan dan hanya tiga kali kalah, termasuk semifinal melawan Spanyol.

Kegagalan Taktik dan Performa Pemain Bintang

Prancis datang ke semifinal sebagai favorit setelah tampil impresif sepanjang turnamen. Namun, performa mereka menurun drastis. Statistik menunjukkan Prancis hanya melepaskan 10 tembakan sepanjang pertandingan dengan expected goals (xG) hanya 0,3. Mantan gelandang Prancis Patrick Vieira mengkritik, “Semua pemain top kami hilang. Secara kolektif, kami sangat buruk.”

Kylian Mbappe, yang menjadi top skor bersama pemain lain, mengakui kegagalan strategi. “Tujuan kami adalah menekan tinggi agar Spanyol tidak nyaman, tetapi kami gagal melakukannya. Saat Anda tidak melakukan apa yang seharusnya di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang,” ujarnya.

Kekecewaan di Balik Skuad Bertabur Bintang

Prancis memiliki materi pemain luar biasa: Mbappe, Ballon d’Or Ousmane Dembele, dan Michael Olise di lini depan, dengan pertahanan solid. Namun, semuanya gagal mewujudkan ekspektasi. Mantan striker Prancis Olivier Giroud mengatakan, “Ada motivasi ekstra untuk memberi Deschamps akhir yang layak, tetapi itu tidak terjadi. Meski begitu, dia tetap hebat karena apa yang telah dilakukannya selama 14 tahun.”

Warisan dan Pengakuan untuk Deschamps

Deschamps adalah satu dari tiga orang yang memenangkan Piala Dunia sebagai pemain (1998) dan pelatih (2018), bersama Mario Zagallo dan Franz Beckenbauer. Ia juga menjadi pelatih terlama di era modern, mengubah tim yang sempat terpuruk di Piala Dunia 2010 menjadi kekuatan dunia.

Mantan bek Gael Clichy yang bermain di awal masa kepelatihan Deschamps memuji, “Warisan terbesarnya adalah membawa tim yang kelas bawah kembali ke puncak. Apa yang ia lakukan untuk sepak bola Prancis sebagai pemain dan pelatih sangat fenomenal.”

Siapa Pengganti? Zinedine Zidane Jadi Favorit

Nama Zinedine Zidane menjadi favorit kuat untuk menggantikan Deschamps. Menurut ESPN, sudah ada kesepakatan verbal sejak Maret 2026. Zidane, yang pernah juara Piala Dunia bersama Deschamps pada 1998, sukses bersama Real Madrid dengan tiga gelar Liga Champions. Clichy mengingatkan, “Orang yang akan datang setelah Deschamps akan menemukan tantangan berat. Tidak akan mudah.”

Kesimpulan: Akhir Era yang Tak Sempurna, Namun Berkesan

Akhir era Deschamps mungkin tidak sesuai harapan—tanpa trofi dan dengan penampilan mengecewakan di semifinal. Namun, catatan prestasinya sulit ditandingi: dua final Piala Dunia (juara 2018, runner-up 2022), satu final Euro (2016), dan konsistensi mencapai perempat final di empat turnamen beruntun. Ia meninggalkan fondasi kuat bagi pelatih berikutnya, dengan warisan disiplin dan semangat juang yang melekat pada Les Bleus.

Exit mobile version