Brian Madjo, penyerang muda Aston Villa berusia 17 tahun, resmi mendapat izin dari Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) untuk tampil di pertandingan kompetitif klubnya. Debutnya langsung menjadi pembicaraan setelah ia mencetak gol ke gawang Paris Saint-Germain (PSG) pada ajang Piala Super UEFA, meski hanya diberi waktu sekitar 45 menit di lapangan. Nama pemain kelahiran London ini pun kini mulai ramai diperbincangkan di jagat sepak bola Inggris dan Eropa.
Kabar ini tentu melegakan para pendukung Aston Villa yang sempat cemas menyambut musim baru. Kepergian pemain-pemain kunci seperti Youri Tielemans, Morgan Rogers, dan Lucas Digne membuat banyak suporter khawatir dengan kekuatan tim. Namun, kemunculan Madjo memberikan harapan baru di tengah kekhawatiran itu. Villa sendiri sempat bersitegang dengan FIFA mengenai status transfer pemain yang dibesarkan di Luksemburg ini.
Kisah Transfer Brian Madjo yang Sempat Bikin Villa dan FIFA Berselisih
Madjo dibeli Aston Villa dari klub Prancis, Metz, pada Januari lalu dengan biaya transfer mencapai £10 juta. Villa menganggap pembelian ini sebagai transfer domestik karena Madjo lahir di Enfield, London. Namun, FIFA menilai langkah tersebut sebagai transfer internasional karena Madjo sempat berkarier di Prancis dan memiliki ikatan dengan Luksemburg.
Perbedaan pendapat ini bukan sekadar soal administrasi, melainkan menentukan kapan Madjo boleh tampil. Jika dianggap sebagai transfer internasional, pemain di bawah umur seperti Madjo baru bisa berlaga setelah genap berusia 18 tahun pada Januari tahun depan. Akibatnya, Villa harus menunggu lebih lama untuk menggunakan jasanya, sementara sang pemain berisiko kehilangan momentum perkembangan kariernya.
Setelah melalui proses di CAS, akhirnya Madjo dinyatakan sah untuk bermain di laga kompetitif. Keputusan ini menjadi kemenangan bagi Aston Villa yang sudah terlanjur percaya pada potensi pemain bertubuh setinggi 6 kaki 4 inci dengan postur kokoh. Sebelum keputusan itu keluar, Madjo sebenarnya sudah membuktikan ketajamannya dengan mencetak empat gol di laga pramusim, termasuk melawan Walsall, Real Sociedad, dan Indonesia All Stars.
Debut Menakjubkan Melawan PSG
Penantian panjang Madjo langsung berbuah manis saat Aston Villa menghadapi PSG pada ajang Piala Super UEFA. Ia tercatat sebagai pemain termuda yang pernah tampil sebagai starter di laga pembuka musim UEFA tersebut. Tak hanya itu, remaja berusia 17 tahun ini juga menjadi pemain termuda yang berhasil mencetak gol di ajang yang sama.
Sebelum mencetak gol, Madjo sebenarnya sempat membuang tiga peluang emas. Namun, nalurinya sebagai penyerang tetap terlihat jelas karena ia selalu berada di posisi yang tepat pada momen yang tepat. Gol yang akhirnya tercipta justru datang dari peluang tersulit
