My Slot

Mikel Oyarzabal: Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Spanyol di Piala Dunia

CHATTANOOGA, TENNESSEE - JUNE 23: Mikel Oyarzabal #21 of Spain speaks with the press during the Press Conference at Baylor School on June 23, 2026 in Chattanooga, Tennessee. Florencia Tan Jun/Getty Images/AFP (Photo by Florencia Tan Jun / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP)

Di tengah sorotan yang terus-menerus tertuju pada bintang muda Lamine Yamal, ada satu nama yang mungkin tidak sepopuler namun justru tampil gemilang: Mikel Oyarzabal. Pemain berusia 29 tahun yang setia membela Real Sociedad ini menjadi pahlawan tersembunyi di skuad Spanyol. Dalam laga babak 32 besar melawan Austria, Oyarzabal mencetak dua gol yang membawa juara bertahan Eropa itu menang 3-0 dan lolos ke babak 16 besar untuk pertama kalinya dalam 16 tahun.

Oyarzabal memang tidak seheboh Yamal di media sosial atau tribun penonton, tetapi kontribusinya di lapangan sangat nyata. Mantan bek Spanyol Cesar Azpilicueta bahkan menyebutnya sebagai striker yang sangat efektif. “Kadang orang ragu dengan Spanyol karena striker, tapi Oyarzabal menjalankan tugasnya dengan baik,” ujarnya.

Pemain Paling Decisive Spanyol

Guillem Balague, pakar sepak bola Spanyol, mengomentari peran Mikel Oyarzabal di BBC Radio 5 Live. Menurutnya, meskipun Yamal adalah pemimpin tim, Oyarzabal adalah pemain yang tidak terlihat namun sangat menentukan. “Dia pria tak terlihat, dia mencetak gol di setiap final yang pernah dimainkannya. Dia salah satu pemain paling cerdas yang kami miliki dan dia bisa menjadi penentu kemenangan,” kata Balague.

Statistik membuktikan hal tersebut. Sejak pulih dari cedera ACL pada 2022, Oyarzabal menjalani dua musim terbaik dalam kariernya. Ia mencetak 12 gol dalam 12 penampilan internasional sebelum Piala Dunia ini. Di turnamen saat ini, ia sudah mengoleksi empat gol dari 16 start terakhirnya. “Pemain kami yang paling menentukan, tidak diragukan lagi,” tambah Balague.

Transisi dari Sayap ke Tengah

Oyarzabal dulu lebih sering bermain sebagai sayap kanan, tetapi kini ia bertransisi menjadi striker murni. Perubahan posisi ini membuatnya lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Dua golnya ke gawang Austria adalah contoh sempurna penyelesaian akhir yang tenang dan akurat. Sejak awal tahun lalu, hanya Erling Haaland yang mencetak lebih banyak gol internasional dibanding Oyarzabal di Eropa (22 gol). Ia juga menjadi pemain Spanyol pertama yang mencetak brace di laga knockout Piala Dunia sejak Emilio Butragueno pada 1986.

Peran Kunci Lamine Yamal dalam Ruang Oyarzabal

Meski Oyarzabal mencetak gol, ia tak bisa dilepaskan dari kontribusi Lamine Yamal. Pemain berusia 18 tahun ini menarik perhatian bek lawan dengan kemampuan dribel dan kontrol bolanya. Akibatnya, ruang kosong sering tercipta untuk Oyarzabal. “Saat Anda memiliki pemain seperti Lamine Yamal yang menarik begitu banyak perhatian, Anda tahu akan mendapatkan lebih banyak ruang. Oyarzabal memanfaatkannya dan mencetak gol,” kata mantan gelandang Jerman Thomas Hitzlsperger.

Kemitraan keduanya menunjukkan bahwa Spanyol tidak hanya mengandalkan satu pemain, melainkan memiliki kombinasi yang saling melengkapi. Yamal sebagai magnet, Oyarzabal sebagai finisher.

Mikel Oyarzabal: Pemain Satu Klub yang Haus Gol

Oyarzabal termasuk langka di sepak bola modern: ia hanya pernah bermain untuk satu klub, Real Sociedad. Musim lalu ia mencatatkan musim mencetak gol terbanyak dengan 15 gol di liga, selaras dengan performa impresifnya di tim nasional. Ketajamannya sebenarnya sudah terasah sejak kecil ketika ia bermain hoki. “Saya dulu bermain hoki dan mencetak banyak gol. Saya selalu punya suara di kepala, ‘Tidak masalah jika kamu gagal satu – akan ada lebih banyak lagi’. Saya bisa mencium bau gol, dan suara itu selalu ada di kepala saya,” ungkap Oyarzabal.

Mentalitas inilah yang membuatnya tidak gentar saat melewatkan peluang. Sebagai striker, ia tahu bahwa permainan hanya bergantung pada beberapa momen. “Kami sering harus mencium di mana bola akan jatuh atau di mana harus berdiri untuk memiliki peluang mencetak gol,” tambahnya.

Spanyol Punya Lebih Banyak Gigi untuk Maju

Kemenangan atas Austria memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol menjadi 34 pertandingan. Mereka kini hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menyamai rekor 35 laga tanpa kalah. Awal turnamen sempat diwarnai hasil imbang tanpa gol melawan debutan Cape Verde, namun Spanyol terus meningkat. Mereka kini mencetak delapan gol dalam empat laga dan belum kebobolan. Laga selanjutnya akan melawan Portugal atau Kroasia.

Mantan penyerang Inggris Dion Dublin memperingatkan bahwa Spanyol masih memiliki cadangan tenaga. “Saya pikir Spanyol memiliki lebih banyak gigi untuk maju. Mereka bermain nyaman di gigi ketiga atau keempat melawan Austria karena tahu lawan tidak punya ancaman. Itulah kuncinya. Saat melawan Prancis atau Portugal, mereka akan meningkatkan permainan

Exit mobile version