Pertahanan Spanyol Piala Dunia 2026: Fondasi Menuju Gelar Kedua?
Pada 2010, Spanyol memukau dunia dengan tiki-taka yang indah saat merebut trofi Piala Dunia di Afrika Selatan. Kala itu, lini tengah gemilang Xavi Hernandez dan Andres Iniesta serta gol-gol David Villa membuat mereka menjadi salah satu tim paling ikonik dalam sejarah turnamen. Kini, 16 tahun kemudian, Spanyol kembali menantikan gelar kedua — dan kali ini, kuncinya justru terletak pada pertahanan, bukan serangan.
Spanyol berhasil mengalahkan Portugal 1-0 di babak 16 besar pada Senin lalu, sama persis seperti yang mereka lakukan di Cape Town 16 tahun lalu. Jika ingin mengangkat trofi lagi di New Jersey pada 19 Juli, tim asuhan Luis de la Fuente mungkin harus berterima kasih pada pertahanan kokoh mereka.
Rekor Clean Sheet yang Mencengangkan
Pertahanan Spanyol Piala Dunia 2026 telah mencatat sejarah. Mereka menjadi tim pertama dalam sejarah Piala Dunia yang tidak kebobolan dalam enam pertandingan berturut-turut, memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang Italia (1990) dan Swiss (2006-2010). Catatan bersih itu membentang hingga 10 jam 9 menit tanpa kebobolan di kompetisi ini, sejak hasil imbang 0-0 di babak 16 besar tahun 2022.
“Ini adalah hasil dari kerja kolektif, soliditas pertahanan yang hebat,” ujar De la Fuente setelah kemenangan melawan Portugal. “Ada solidaritas, usaha, pengorbanan, dan semua orang berlari untuk satu sama lain. Yang indah adalah sikap para pemain yang berkomitmen pada tujuan ini.”
Pilar Pertahanan: Unai Simon hingga Rodri
Kunci pertahanan Spanyol dimulai dari kiper Unai Simon. Ia memperpanjang rekor tak kebobolan di Piala Dunia menjadi 609 menit, melewati catatan Walter Zenga (517 menit) dan Iker Casillas (476 menit). Di depannya, duet bek tengah Aymeric Laporte dan Pau Cubarsi menjadi tembok kokoh, sementara Pedro Porro dan Marc Cucurella memberikan keseimbangan dari sisi sayap.
Pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, menambahkan, “Rodri juga membantu karena ia mencapai versi terbaiknya dalam dua pertandingan luar biasa. Ia adalah mercusuar tim. Kemitraan Laporte dan Cubarsi sempurna untuk gaya bermain Spanyol — menggerakkan bola, membawanya, dan bertahan dengan banyak ruang di belakang.”
Lebih dari Sekadar Pertahanan
Meski pertahanan menjadi sorotan, Spanyol tetap memiliki kekayaan talenta di lini depan dan tengah. Mikel Oyarzabal telah mencetak 17 gol dalam 17 start terakhirnya, Lamine Yamal yang berusia 18 tahun kembali fit, dan Pedri terus mengatur irama permainan dengan dukungan Rodri, pemenang Ballon d’Or 2024.
Namun, pertahanan Spanyol Piala Dunia 2026 inilah yang membuat mereka berbeda. Mereka adalah satu-satunya tim yang belum kebobolan setelah tuan rumah Meksiko kebobolan tiga gol melawan Inggris di babak 16 besar.
Prospek ke Depan: Ujian Berat Menanti
Mantan striker Inggris Chris Sutton berkomentar, “Ini bukan penampilan yang hebat, tapi Anda merasa masih banyak yang bisa ditunjukkan Spanyol. Fakta bahwa mereka tidak kebobolan sangat mengancam tim lain. Ujian terberat akan datang melawan Prancis jika keduanya menang.”
Sebelum itu, Spanyol akan menghadapi Belgia di perempat final pada Jumat. Jika mampu melewati laga tersebut, pertahanan Spanyol Piala Dunia 2026 akan kembali diuji, dan jika berhasil, bukan tidak mungkin mereka mengulang sukses 2010 dengan gaya yang berbeda — lebih mengandalkan soliditas di belakang.
