Pocognoli Pelatih Baru Skotlandia: Apa Tantangannya?

Sebastien Pocognoli resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala baru timnas putra Skotlandia. Mantan bek kiri asal Belgia berusia 39 tahun ini menggantikan Steve Clarke yang telah menangani tim selama tujuh tahun terakhir. Penunjukan ini menandai babak baru bagi skuad berjuluk Tartan Army itu.

Sebagai pelatih baru Skotlandia, Pocognoli bukan wajah asing di dunia kepelatihan Eropa. Sebelumnya, ia sukses membawa Union Saint-Gilloise meraih gelar juara di Belgia dan dikenal dengan gaya bermain menyerang yang atraktif. Namun, ia baru saja dipecat dari Monaco pada Juni lalu setelah hanya delapan bulan menjabat, sehingga ia tersedia untuk Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (SFA).

Pocognoli

Gaya Bermain Baru yang Tetap Dituntut Hasil

Pekerjaan Pocognoli di Skotlandia pada 2026 jauh berbeda dengan situasi yang dihadapi Clarke pada 2019. Dua bulan sebelum Clarke diangkat, timnas Skotlandia dipermalukan di Kazakhstan dan sudah dua dekade tidak tampil di turnamen besar. Kondisi itu membuat tugas Clarke saat itu sangat berat.

Tujuh tahun kemudian, Skotlandia telah tampil di dua edisi beruntun Euro dan satu Piala Dunia. Clarke berhasil meloloskan tim ke tiga dari empat turnamen selama masa kepemimpinannya. Setelah masa kepemimpinan yang memecahkan rekor itu, standar inilah yang harus dijaga oleh Pocognoli.

Pocognoli dituntut setidaknya mempertahankan keberhasilan itu, atau bahkan lebih baik. Namun, alasan kepergian Clarke terasa wajar bagi banyak pendukung adalah karena sebagian besar suporter ingin melihat perubahan pendekatan. Karena itu, pelatih asal Belgia tersebut harus memadukan dua hal sekaligus, yakni hasil positif dan gaya bermain yang lebih segar.

Craig Mulholland, kepala petugas sepak bola SFA, mengatakan Pocognoli akan membawa gaya bermain agresif dan menyerang yang akan menggairahkan pendukung. Ia menambahkan bahwa Skotlandia ingin berevolusi dari posisi yang kuat. Pelatih asal Belgia itu sendiri menggambarkan merek sepak bolanya sebagai gaya yang dominan, baik dengan maupun tanpa bola. Ia juga ingin timnya menjadi penekan yang intens tetapi memiliki penguasaan bola yang mumpuni.

Pocognoli dan Keterbatasan Waktu Latihan

Pelatih tim nasional tidak diberi waktu latihan sebanyak pelatih klub. Karena itu, kesabaran diperlukan jika rencana Pocognoli adalah beralih ke gaya yang lebih berbasis penguasaan bola. Butuh waktu untuk membiasakan pemain dengan filosofi baru, apalagi di level internasional yang jadwalnya terpotong-potong.

Kamp internasional yang panjang bisa menjadi keuntungan awal bagi Pocognoli. Jadwal pertama yang menantinya adalah kamp empat pertandingan yang berlangsung tiga minggu. Ini adalah jeda internasional yang diperpanjang untuk mengurangi jumlah jeda selama musim klub.

Dengan waktu ekstra di lapangan latihan, Pocognoli memiliki kesempatan menyampaikan ide-ide barunya secara lebih matang. Para pemain juga bisa lebih cepat beradaptasi dengan instruksi pelatih anyar mereka. Artinya, kamp ini akan menjadi momen penting untuk membangun fondasi permainan Skotlandia.

Menyegarkan Skuad dengan Generasi Baru

Pengalaman Pocognoli sebagai pelatih muda di level internasional bersama Belgia menjadi nilai tambah di mata SFA. Ia juga pernah melatih di akademi USG dan Genk. Selama karier bermainnya, ia tampil di hampir semua level usia timnas Belgia sebelum mengoleksi 13 caps bersama tim senior.

Skotlandia memiliki generasi emas mini mereka sendiri. Kapten Andy Robertson, John McGinn, Scott McTominay, dan lainnya masih bermain di level atas Eropa. Clarke pun menegaskan dalam wawancara terakhirnya bahwa inti tim yang ia kembangkan belum selesai.

Banyak pemain di skuad Piala Dunia Skotlandia termasuk dalam kelompok tim tertua di turnamen. Mereka akan kembali bertarung di Euro dua tahun lagi, turnamen yang akan ikut dituanrumahi Skotlandia. Namun, Pocognoli tetap ditugaskan untuk melakukan regenerasi skuad.

Wajah-Wajah Muda yang Dinantikan

Sejumlah pemain muda mulai mencuat dan bisa menjadi andalan Pocognoli. Ben Gannon-Doak, 20 tahun, telah menjadi pemain reguler Skotlandia dalam beberapa tahun terakhir. Sementara itu, Findlay Curtis, 19 tahun, sempat tampil dua kali sebagai pemain pengganti di Piala Dunia.

Tyler Fletcher dibawa ke Amerika Serikat tetapi tidak dimainkan. Belum jelas apakah statusnya akan meningkat di bawah Pocognoli. Gelandang remaja Lennon Miller juga masih menunggu kepastian apakah akan dipanggil kembali ke tim utama.

Kieron Bowie, 23 tahun, gagal masuk skuad Piala Dunia, tetapi striker itu akan bermain di Serie A musim depan, sama seperti Miller. Pendukung juga berharap melihat striker Robbie Ure setelah mencetak banyak gol bersama Sirius di Swedia. Awal bulan ini, Ure resmi pindah ke Sevilla di La Liga.

Robbie Ure yang berusia 22 tahun membangkitkan harapan Tartan Army. Banyak pihak meyakini ia bisa memberikan ketajaman di lini depan yang sudah lama dinantikan. Jika performanya konsisten, ia bisa menjadi jawaban atas kebutuhan tersebut.

Nations League Jadi Ujian Perdana Pocognoli

Ujian pertama Pocognoli adalah Nations League, pengalaman perdananya sebagai pelatih kepala di pentas internasional. Skotlandia akan bertandang ke Slovenia pada Sabtu, 26 September, sebelum menjamu Swiss pada Selasa berikutnya. Dua laga awal ini akan langsung menguji kualitas taktik pelatih asal Belgia itu.

Setelah itu, Skotlandia dijadwalkan bertandang ke Makedonia Utara pada 3 Oktober. Tiga hari kemudian, mereka kembali bertemu Slovenia di Glasgow. Rangkaian empat laga ini akan menjadi tolok ukur awal arah permainan Pocognoli.

Penunjukan ini membuat kamp mendatang terasa sangat menarik. Hitung mundur menuju pengumuman skuad pertama Pocognoli pun sudah dimulai. Semua mata kini tertuju pada keputusan pertama pelatih anyar Skotlandia itu.

Pocognoli datang dengan reputasi sepak bola menyerang dan tugas ganda: mempertahankan prestasi Clarke sekaligus merombak gaya serta menyegarkan skuad. Kombinasi itu bukan pekerjaan mudah, tetapi kamp panjang di awal masa jabatannya bisa menjadi modal berharga. Kesabaran dari federasi dan pendukung juga akan sangat menentukan.

Publik Skotlandia kini menantikan skuad pertama dan pendekatan baru yang ia bawa. Jika berhasil, Pocognoli bisa menjadi sosok yang membawa Skotlandia ke level berikutnya. Jika tidak, tekanan akan segera menghampirinya.