Kemenangan Prancis atas Belgia 4-1 dalam lanjutan Nations League lahir lewat penampilan impresif Michael Olise yang masuk dari bangku cadangan. Hasil ini sekaligus menjadi kemenangan kandang pertama Zinedine Zidane sejak ia mengambil alih kursi pelatih Les Bleus, dan menjaga rekor tak terkalahkannya sejauh ini.
Laga yang digelar di Stade de France itu sempat berjalan di luar skenario tuan rumah. Belgia lebih dulu memimpin pada babak pertama, sebelum Prancis membalikkan keadaan dengan empat gol yang tercipta hanya dalam rentang 14 menit. Bagi Prancis, kemenangan ini terasa makin berarti karena mereka juga baru saja mengalahkan Belgia di Brussels pada pertemuan sebelumnya.

Jalannya Laga: Empat Gol Prancis dalam 14 Menit
Belgia membuka keunggulan lebih dulu melalui Dodi Lukébakio. Gelandang Roméo Lavia melepaskan umpan terobosan yang membelah pertahanan Prancis, memberi ruang bagi Lukébakio untuk berlari sendirian dan menyelesaikan peluang dengan penyelesaian yang tenang. Gol tersebut membuka asa Belgia untuk meraih kemenangan kompetitif pertama mereka atas Les Bleus dalam 45 tahun terakhir.
Setelah tertinggal, Prancis meningkatkan tekanan demi mencari gol penyama. Kiper debutan Belgia, Maarten Vandevoordt, tampil cukup sibuk dengan menahan peluang dari Esteban Lepaul dan Rayan Cherki. Namun, benteng pertahanan Belgia pada akhirnya tak mampu bertahan lebih lama lagi.
Désiré Doué menyamakan kedudukan pada menit ke-77 lewat tembakan rendah dari tepi kotak penalti yang tak terjangkau Vandevoordt. Empat menit berselang, Olise memberi umpan kepada Rayan Cherki yang menyelesaikannya menjadi gol untuk membawa tuan rumah berbalik unggul.
Olise kemudian menuntaskan kebangkitan Prancis dengan mencetak gol ketiga pada menit ke-88. Ia melengkapi penampilannya dengan gol keempat di masa injury time, memanfaatkan aksi individu Doué. Tambahan dua gol itu memastikan hasil akhir 4-1 dan menutup pertandingan dengan comeback yang mengesankan.
Rotasi Besar Zidane dan Debut Pemain Muda
Zidane melakukan rotasi besar-besaran pada laga terakhir dari jendela internasional yang berlangsung tiga pekan ini. Dari sepuluh perubahan yang ia lakukan, hanya Ousmane Dembélé yang tetap mempertahankan tempatnya di starting eleven.
Sejumlah pemain muda mendapat kesempatan menjalani debut. Bek Manchester United, Leny Yoro, serta kiper Toulouse, Guillaume Restes, tampil untuk pertama kalinya bersama tim senior Prancis. Dembélé kembali dipercaya sebagai kapten, mengisi peran yang biasanya dipegang Kylian Mbappé yang masih cedera.
Belgia sendiri tidak bisa menurunkan kekuatan terbaiknya. Dua penggawa penting mereka, Kevin De Bruyne dan Youri Tielemans, absen karena menjalani hukuman larangan bermain. Kondisi ini membuat Belgia kehilangan pengalaman dan kreativitas di lini tengah, meski mereka sempat tampil menyulitkan di awal laga.
Dampak bagi Peta Persaingan Grup A1
Kemenangan ini membuat Prancis memimpin Grup A1 dengan keunggulan tiga poin atas Italia. Belgia berada satu poin lagi di belakang Italia, sehingga persaingan menuju babak perempat final menjadi semakin ketat.
Italia menjaga tekanan mereka dengan kemenangan 3-1 atas Turki di Bologna. Gol-gol dari Gianluca Scamacca, Riccardo Calafiori, dan Pio Esposito membuat Turki menelan kekalahan keempat secara beruntun. Hasil tersebut menegaskan bahwa jalur Prancis menuju babak berikutnya tidak akan berjalan tanpa hambatan.
Bagi Belgia, kekalahan ini menjadi pukulan tersendiri. Mereka gagal memanfaatkan peluang meraih kemenangan kompetitif pertama melawan Prancis dalam 45 tahun, sekaligus tertinggal dalam perburuan posisi di klasemen.
Hasil Laga Nations League Lainnya
Sejumlah pertandingan lain juga menyajikan hasil yang tidak kalah menarik. Di Grup B2, gol telat Mark Csinger memberi Hungaria kemenangan 2-1 atas Ukraina di Trnava, sekaligus mengukuhkan posisi mereka di peringkat kedua.
Viktor Gyökeres melanjutkan catatan impresifnya dengan mencetak gol di pertandingan Nations League ketujuh secara beruntun. Gol tersebut membawa Swedia menang 1-0 atas Rumania di Grup B4, menunjukkan konsistensi striker yang tengah dalam performa terbaik.
Di laga lain, penalti telat Ivan Basic memberi Bosnia dan Herzegovina kemenangan 1-0 atas Polandia. Striker Burnley, Marcus Edwards, mencetak gol kemenangan di masa injury time yang membantu Siprus bangkit dari ketertinggalan untuk mengalahkan Latvia 2-1 di Grup C2.
Reaksi Zidane Usai Laga
Zidane mengakui bahwa pertandingan berjalan tidak mudah, tetapi ia menilai kesulitan itu adalah bagian wajar dari sepak bola. Baginya, laga seperti ini justru menghadirkan daya tarik tersendiri bagi timnya.
“Itulah sepak bola, itulah yang kita cintai. Ada kesulitan, tetapi itu bagian dari permainan, bagian dari jenis pertandingan yang bisa terjadi,” kata Zidane kepada TF1.
“Bagus bisa memperbaiki keadaan, dan itulah yang kami lakukan dengan babak kedua yang luar biasa. Di babak pertama kami hanya kurang pada beberapa meter terakhir, tetapi kemudian kami membalikkan pertandingan, itu bagus,” tambahnya.
Kesimpulan
Kemenangan Prancis atas Belgia 4-1 menjadi bukti bahwa kedalaman skuad yang dirotasi pun masih mampu menghasilkan comeback berkualitas. Peran Olise sebagai pemain pengganti menjadi kunci, dengan satu asis dan dua gol yang menutup pertandingan di masa injury time.
Dengan posisi di puncak Grup A1 dan rekor tak terkalahkan Zidane yang masih terjaga, Prancis berada di jalur yang tepat menuju babak perempat final. Belgia, di sisi lain, harus segera bangkit pada laga-laga berikutnya bila ingin menjaga peluang mereka tetap terbuka.