Jermain Defoe Hengkang dari Woking Setelah Empat Bulan Menukangi

Karier Manajerial Singkat Defoe Berakhir

Mantan striker timnas Inggris, Jermain Defoe, resmi meninggalkan kursi pelatih Woking setelah hanya menjabat selama empat bulan. Keputusan ini diumumkan oleh klub National League pada Kamis (10/7), dua pekan sebelum laga perdana musim baru melawan Sutton United. Defoe menyebut pengalaman pertamanya sebagai manajer sebagai “sebuah pelajaran yang membuka mata”.

Pria berusia 43 tahun itu ditunjuk sebagai pengganti Neal Ardley pada Maret lalu. Dalam enam pertandingan liga yang ia tangani, Defoe berhasil meraih dua kemenangan dan membawa Woking finis di posisi ke-10 musim lalu. Namun, kontraknya tiba-tiba diputus setelah kedua pihak sepakat untuk berpisah secara baik-baik.

Jermain Defoe

Pernyataan Defoe dan Isyarat di Balik Layar

Dalam unggahan Instagram, Defoe mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pemilik klub Todd Johnson, tetapi tidak menyebut nama direktur sepak bola Jody Brown. Kejanggalan ini memicu spekulasi bahwa Jermain Defoe meninggalkan Woking bukan semata karena faktor performa, melainkan masalah di luar lapangan.

“Sayangnya, situasi membuat saya tidak bisa melanjutkan posisi ini,” tulis Defoe. “Saya sangat bangga dengan pekerjaan yang dilakukan selama di klub dan benar-benar merasa kami sedang membangun sesuatu yang spesial.” Ia menambahkan bahwa pengalaman ini akan membuatnya lebih kuat untuk tantangan berikutnya.

Analisis: Faktor Non-Teknikal di Balik Kepergian

Pengamat menilai kepergian Defoe cukup mengejutkan. Beberapa hari sebelumnya, ia terlihat antusias menyambut musim baru. Banyak penggemar Woking yang menyambut positif kedatangannya, bahkan sejumlah pemain baru direkrut berkat daya tarik nama besar Defoe. Namun, ketidakhadiran ucapan terima kasih untuk Jody Brown dalam pernyataan resmi menjadi petunjuk kuat adanya ketegangan internal.

Defoe sendiri dinilai mengesankan dalam sesi latihan dan taktik di lapangan. Oleh karena itu, semua mata kini tertuju pada persoalan di luar teknis yang disebutnya sebagai alasan “mustahil untuk melanjutkan” setelah 116 hari menjabat.

Jejak Karier Defoe Sebelum ke Woking

Sebagai pemain, Defoe mencetak 305 gol dalam 763 penampilan senior untuk klub-klub seperti West Ham, Tottenham, Portsmouth, dan Sunderland. Ia pensiun pada 2022 dengan koleksi 20 gol dari 57 caps bersama timnas Inggris. Sebelum menangani Woking, Defoe sempat menjadi bagian staf pelatih sementara di Rangers pada 2021 dan kemudian bekerja di akademi Tottenham hingga 2024 sebelum memutuskan menjadi manajer penuh waktu.

Pertandingan kesembilan sekaligus terakhir Defoe sebagai manajer Woking adalah kekalahan 0-1 dari Braintree Town dalam laga pramusim, Selasa (9/7).

Langkah Selanjutnya bagi Defoe dan Woking

Bagi Defoe, ini adalah tonggak awal dalam karier manajerialnya. Ia berharap pengalaman pahit ini menjadi bekal berharga. Sementara itu, Woking harus segera mencari pelatih kepala baru di waktu yang sangat tidak ideal—hanya dua pekan menjelang kick-off musim baru. Para pendukung Cards tentu berharap klub bisa segera bangkit meskipun ditinggal sosok sebesar Jermain Defoe.

Kepergian mendadak ini meninggalkan banyak tanda tanya. Yang jelas, Jermain Defoe meninggalkan Woking dengan kepala tegak, membawa pelajaran berharga dari dunia manajemen sepak bola yang keras dan penuh intrik. Kini, semua menanti ke mana langkah selanjutnya akan membawanya.