Lamine Yamal Bersinar, Spanyol Hantam Kroasia 4-1

Lamine Yamal menjadi bintang utama saat Spanyol menghancurkan Kroasia dengan skor 4-1 pada laga UEFA Nations League, Selasa. Winger muda itu mencetak dua gol sekaligus menyumbang satu assist dalam pertandingan kandang pertama Spanyol sejak mereka menjuarai Piala Dunia.

Laga yang digelar di Estadio Ramón Sánchez-Pizjuán, Sevilla, itu berlangsung di hadapan tribun yang terisi penuh. Penampilan Yamal disebut-sebut memperkuat posisinya sebagai kandidat peraih Ballon d’Or, sementara Spanyol sendiri sedang menjalani fase baru sebagai juara dunia yang harus membuktikan diri di setiap pertandingan.

Lamine Yamal

Dua Gol Lamine Yamal dan Pesta Gol Spanyol

Yamal membuka keunggulan Spanyol hanya dalam waktu 75 detik. Gol tersebut lahir dari penyelesaian dengan kaki kiri, dan menjadi gol internasionalnya yang kesembilan dari 36 penampilan bersama tim nasional. Catatan itu terbilang luar biasa untuk pemain yang usianya masih sangat muda.

Catatan waktu tersebut bukan hal baru bagi Yamal. Pada laga sebelumnya melawan Inggris di Wembley, Sabtu lalu, ia juga mencetak gol pembuka dalam dua menit pertama. Jadi, dalam dua pertandingan beruntun, pemain muda itu selalu membuka skor sebelum laga benar-benar panas.

Kroasia sempat menyamakan kedudukan menjelang menit ke-30. Dion Beljo, penyerang berpostur sekitar 193 cm, mencetak gol lewat sundulannya setelah menerima umpan silang dari Ivan Perisic. Gol tersebut sempat membuat publik tuan rumah terdiam.

Namun keunggulan Spanyol hanya butuh dua menit untuk kembali. Marc Pubill mencetak gol melalui sundulan memanfaatkan umpan silang akurat dari Yamal. Pada menit ke-63, peran Yamal berbalik dari pemberi umpan menjadi pencetak gol. Ia mengalahkan kiper Kroasia sekaligus rekan setimnya di Barcelona, Dominik Livakovic, di tiang dekat.

Gol keempat Spanyol lahir saat pertandingan tinggal menyisakan waktu kurang dari dua menit. Nico Williams, pemain Athletic Bilbao, menuntaskan aksinya dengan dribel dan penyelesaian yang rapi. Skor 4-1 pun bertahan hingga peluit panjang.

Malam Perayaan Piala Dunia di Sevilla

Sebelum kick-off, suasana stadion sudah terasa istimewa. Kapten Spanyol, Rodri, memamerkan trofi Piala Dunia kepada penonton. Trofi itu diserahkan langsung oleh legenda Sevilla, Jesús Navas, yang pernah menjadi bagian skuad Spanyol saat juara pada 2010.

Momen tersebut menjadi simbol bahwa generasi baru Spanyol kini berjalan di atas warisan kesuksesan masa lalu. Yamal sendiri mengaku senang bisa membawa trofi ke hadapan pendukungnya sendiri.

“Kami sangat bersemangat membawa trofi ke sini,” kata Yamal. “Bisa memenangkan pertandingan sekaligus membawanya pulang adalah hal yang luar biasa.”

Kemenangan telak membuat perayaan di Sevilla makin lengkap. Hadiahnya bukan hanya tiga poin di ajang Nations League, tetapi juga cara Spanyol menutup malam pertamanya di kandang setelah menyandang status juara dunia.

Dampak Penampilan Yamal bagi Peluang Ballon d’Or

Penampilan dua gol dan satu assist ini otomatis menambah bobot nama Lamine Yamal dalam perbincangan Ballon d’Or. Menariknya, voting untuk penghargaan tersebut telah ditutup pada Senin, sehari sebelum laga kontra Kroasia digelar. Pemenangnya akan diumumkan pada 26 Oktober mendatang.

Artinya, aksi Yamal di Sevilla secara teknis tidak lagi memengaruhi surat suara yang sudah masuk. Meski begitu, pertandingan ini tetap berfungsi sebagai penegas reputasi, sekaligus pengingat bagi publik sepak bola bahwa pemain muda itu sudah berada di level yang konsisten di panggung internasional.

Konsistensi adalah kata kuncinya. Mencetak gol pembuka melawan Inggris di Wembley dan mengulang hal serupa di Sevilla menunjukkan bahwa Yamal tidak hanya bersinar dalam satu kesempatan. Bagi Spanyol, ini pertanda bagus karena mereka memiliki sosok yang bisa diandalkan untuk memecah kebuntuan sejak awal laga.

Kontribusinya juga menunjukkan pergeseran peran dalam tim. Yamal kini bukan hanya penyelesai serangan, tetapi juga kreator, terbukti dari assist untuk gol Marc Pubill. Kombinasi dua kemampuan itu yang membuatnya sulit dijaga lawan.

Peta Grup A3 dan Agenda Spanyol Berikutnya

Setelah mengalahkan Kroasia, Spanyol akan berhadapan dengan Ceko pada Sabtu mendatang di Grup A3. Laga tersebut menjadi ujian berikutnya bagi La Roja untuk menjaga momentum sekaligus mengonsolidasikan posisi mereka di grup.

Kemenangan atas Kroasia memberi modal penting, terutama secara mental. Spanyol menunjukkan bahwa mereka mampu merespons tekanan setelah sempat disamakan, dan itu menandakan kedalaman skuad yang tidak bergantung pada satu pemain saja.

Di sisi lain, Kroasia harus segera berbenah. Tim asuhan Slaven Bilic itu memperlihatkan kemampuan menyamakan kedudukan lewat bola-bola udara, tetapi lini belakangnya kesulitan menahan variasi serangan Spanyol. Dua gol yang lahir dari umpan silang menjadi catatan tersendiri bagi mereka.

Hasil Nations League Lainnya

Selain laga Spanyol dan Kroasia, sejumlah pertandingan lain turut berlangsung pada hari yang sama. Di Grup B1, Slovenia mengalahkan Makedonia Utara dengan skor 2-0. Sandi Lovric dan Aljosa Matko menjadi pencetak gol dalam laga tersebut.

Di pertandingan lain, Moldova ditahan imbang 1-1 oleh Kepulauan Faroe di kandang sendiri. Slovakia berhasil menaklukkan Kazakhstan dengan skor 2-1, sementara Islandia menang 3-0 saat bertandang ke Luksemburg.

Bulgaria harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Estonia. Finlandia dan Belarus juga mengakhiri pertandingan tanpa gol di Helsinki. Rangkaian hasil itu menunjukkan peta persaingan Nations League yang masih terbuka di berbagai grup.

Kesimpulan

Kemenangan 4-1 atas Kroasia menjadi malam yang istimewa bagi Spanyol. Perayaan Piala Dunia di Estadio Ramón Sánchez-Pizjuán terasa lengkap karena ditutup dengan penampilan dominan, dan Lamine Yamal mengirim pesan jelas bahwa dirinya layak diperhitungkan di jajaran pemain terbaik dunia.

Bagi Spanyol, tantangan berikutnya adalah menjaga level permainan saat menghadapi Ceko akhir pekan ini. Bagi Kroasia, evaluasi menyeluruh jadi keharusan jika ingin tetap bersaing di Grup A3.