Bisnis David Beckham Cetak Laba Rekor Berkat Piala Dunia

David Beckham menerima dividen senilai 51 juta dolar AS atau sekitar 39 juta poundsterling dari bisnis David Beckham yang ia bangun selama bertahun-tahun, setelah meneken sederet kesepakatan dengan sejumlah merek global sepanjang perhelatan Piala Dunia. Mantan kapten tim nasional Inggris itu tampil dalam sekitar selusin kampanye iklan selama turnamen musim panas di Amerika Serikat, mulai dari Lenovo, McDonald’s, Bank of America, Verizon, hingga merek keripik PepsiCo, Lay’s.

Angka tersebut terungkap dari laporan keuangan DRJB Holdings, perusahaan komersial yang menaungi merek-merek milik Beckham. Perusahaan itu mencatat pendapatan 110,5 juta dolar AS, naik seperlima dibandingkan 92,3 juta dolar AS pada 2024, sementara laba sebelum pajaknya melesat 46 persen menjadi 65,7 juta dolar AS. Pencapaian ini penting bukan hanya bagi Beckham, tetapi juga bagi Authentic Brands Group yang menggenggam mayoritas saham DRJB Holdings sejak 2022.

David Beckham

Kinerja Keuangan DRJB Holdings Cetak Rekor

Pendapatan DRJB Holdings sepanjang tahun buku terakhir menembus 110,5 juta dolar AS, naik dari 92,3 juta dolar AS pada tahun sebelumnya. Lonjakan seperlima itu menandai tahun terbaik dalam sejarah perusahaan, dan tidak lepas dari derasnya arus kerja sama komersial yang masuk. Laba sebelum pajak pun ikut mencetak rekor baru di angka 65,7 juta dolar AS, atau tumbuh 46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Dari sisi pembagian keuntungan, DRJB Holdings membayarkan 51,1 juta dolar AS kepada para pemegang saham pada tahun lalu, sedikit lebih rendah dari 53 juta dolar AS pada tahun sebelumnya. Karena Beckham hanya menggenggam 45 persen saham, porsi yang ia terima dari dividen reguler itu tidak sampai setengah dari total. Namun dokumen Companies House yang dijadwalkan terbit pekan depan menunjukkan tambahan 61,6 juta dolar AS dibayarkan sebagai dividen khusus pada tahun ini, sehingga membuat total penerimaan Beckham menyentuh angka sekitar 51 juta dolar AS.

Struktur kepemilikan inilah yang membuat pembagian dividen tidak bisa dibaca dari satu angka saja. Beckham tetap menjadi pemegang saham minoritas yang signifikan melalui Footwork Productions, sementara mitranya di Amerika Serikat mengantongi porsi terbesar dari setiap pembayaran. Meski begitu, nilai yang mengalir ke kantong Beckham tahun ini jauh lebih besar daripada dividen reguler yang biasanya ia terima.

Piala Dunia dan Deretan Kampanye yang Mendongkrak Pendapatan

Sebelum Piala Dunia bergulir, DRJB Holdings telah mengamankan sejumlah kerja sama jangka panjang, termasuk kesepakatan multitarun dengan Bank of America. Lewat kerja sama itu, Beckham dipercaya menjadi duta untuk program olahraga global bank tersebut. Kesepakatan semacam ini memberi fondasi pendapatan yang stabil, sehingga tidak sepenuhnya bergantung pada lonjakan musiman saat turnamen besar berlangsung.

Di sisi lini produk, Beckham meluncurkan koleksi pakaian pria untuk Hugo Boss, merilis rangkaian kacamata yang menyandang namanya sendiri bersama Safilo, serta menghadirkan sepatu bola Predator edisi terbatas bersama Adidas. Ketiga langkah itu memperlihatkan strategi yang tidak hanya mengandalkan penampilan di iklan, tetapi juga menjual produk yang melekat pada identitasnya sebagai ikon sepak bola. Kombinasi keduanya membuat pendapatan perusahaan tumbuh dari beberapa sumber sekaligus.

Sektor hiburan juga ikut menyumbang. Beckham menandatangani kesepakatan baru untuk Beckham & Friends Live, sebuah acara di Paramount+ yang disiarkan seputar ajang Uefa Champions League. Ia pun tampil dalam kampanye Stella Artois bersama aktor sekaligus produser Theo James, menandai kemitraan merek bir tersebut untuk musim kedua serial Netflix, The Gentlemen. Semua penampilan itu memperkuat posisinya sebagai figur yang menjangkau penonton sepak bola maupun hiburan arus utama.

Struktur Bisnis dan Kemitraan dengan Authentic Brands

DRJB Holdings terdiri atas tiga divisi, dengan yang terbesar adalah DB Ventures, unit yang menaungi sebagian besar kemitraan merek Beckham seperti Hugo Boss. Divisi lainnya, Seven Global, berisi perjanjian lisensi dengan perusahaan-perusahaan termasuk Adidas. Sisanya adalah Studio 99, rumah produksi yang menggarap dokumenter empat bagian berjudul Beckham untuk Netflix pada 2023 dan juga memproduksi dokumenter Victoria Beckham yang dirilis tahun lalu.

Pada 2022, Beckham menjual 55 persen saham bisnisnya kepada grup asal Amerika Serikat, Authentic Brands, dengan nilai 200 juta poundsterling. Sejak itu, DRJB Holdings dimiliki bersama oleh Authentic Brands Group dan Footwork Productions yang dikendalikan Beckham. Konsekuensinya, setiap kenaikan laba harus dibagi dua pihak, tetapi skala dan jaringan mitra yang lebih luas membuat perusahaan mampu masuk ke kesepakatan yang sulit diraih sendiri.

Corey Salter, chief executive bidang hiburan di Authentic Brands, menyebut Beckham sebagai salah satu merek global paling kuat di dunia olahraga, gaya hidup, hiburan, dan banyak bidang lain. Menurutnya, hasil kinerja tersebut menunjukkan bahwa di balik nama besar Beckham terdapat tim yang solid dan efektif di dalam Authentic. Ia menambahkan, perusahaan dibangun dengan disiplin finansial dan fundamental yang kuat untuk terus bertumbuh secara menguntungkan hingga 2026 dan seterusnya.

Arti Pertumbuhan Ini bagi Nilai Merek Beckham

Yang menarik dari laporan ini adalah laju pertumbuhan laba yang jauh lebih cepat daripada pendapatannya. Pendapatan naik sekitar 20 persen, sementara laba sebelum pajak melonjak lebih dari dua kali lipat angka itu, yang menandakan efisiensi dan margin yang membaik. Bagi perusahaan berbasis merek personal, kondisi semacam itu menunjukkan biaya akuisisi kerja sama tidak lagi naik sebesar nilai kontrak yang didapat.

Beckham sendiri sudah pensiun dari sepak bola profesional pada 2013, dan kini berusia 51 tahun. Fakta bahwa pendapatannya justru menanjak lebih dari satu dekade setelah gantung sepatu memperlihatkan bahwa nilai mereknya tidak bergantung pada performa di lapangan. Selama ada turnamen besar dan produk gaya hidup yang iawakili, ceruk pasarnya tetap terbuka lebar.

Bagi Authentic Brands, kinerja DRJB Holdings menjadi pembenaran atas investasi 200 juta poundsterling yang dikeluarkan empat tahun lalu. Pertumbuhan laba yang konsisten memberi ruang bagi perusahaan untuk menambah kategori produk, memperluas pasar, atau menegosiasikan ulang kontrak lisensi dengan nilai yang lebih tinggi. Sebaliknya, bagi Beckham, dividen jumbo ini memperkuat posisinya sebagai salah satu eksportir kekayaan dari Inggris yang paling produktif di industri hiburan dan gaya hidup.

Melampaui Sepak Bola dan Hiburan

Portofolio Beckham kini merambah sektor yang jauh dari lapangan hijau. Ia menjadi investor sekaligus salah satu pendiri IM8, perusahaan spesialis suplemen yang ia dirikan pada 2024, dan menanam modal di BeeUp, produsen camilan buah berbasis madu. Langkah ini memperlihatkan pola yang sama seperti kemitraan olahraganya: memakai nama besar untuk membuka pintu, lalu membangun bisnis yang berdiri sendiri.

Pernyataan Salter soal prospek hingga 2026 dan setelahnya memberi petunjuk ke arah mana DRJB Holdings akan bergerak. Ekspansi kemungkinan menyasar kategori konsumen baru, perluasan pasar di Amerika Serikat, serta pemanfaatan aset hiburan seperti Studio 99 untuk memperkuat narasi merek. Dengan fundamental keuangan yang kuat, perusahaan memiliki modal untuk mengambil langkah yang lebih ambisius tanpa bergantung pada satu turnamen besar saja.

Kesimpulan

Laporan keuangan DRJB Holdings menunjukkan tahun rekor dengan pendapatan 110,5 juta dolar AS dan laba sebelum pajak 65,7 juta dolar AS, didorong kerja sama merek seputar Piala Dunia. Berkat dividen reguler dan dividen khusus, Beckham menerima sekitar 51 juta dolar AS, meski 55 persen saham bisnisnya kini dimiliki Authentic Brands. Kinerja ini menegaskan bahwa lebih dari satu dekade setelah pensiun, nilai komersial namanya justru semakin besar.

Ke depan, tantangannya bukan lagi soal seberapa banyak kontrak iklan yang bisa diraih, melainkan bagaimana mempertahankan pertumbuhan di luar momentum turnamen besar. Dengan portofolio yang terus melebar ke produk gaya hidup, suplemen, camilan, dan produksi konten, DRJB Holdings tampaknya sudah menyiapkan jalan agar pendapatannya tidak lagi bergantung pada satu ajang empat tahunan.