Kekalahan Pahit Belgia dari Spanyol di Perempat Final Piala Dunia 2026
Mimpi Belgia untuk meraih gelar Piala Dunia pertama mereka resmi kandas setelah dikalahkan Spanyol 2-1 di babak perempat final Piala Dunia 2026. Pertandingan yang berlangsung sengit ini menjadi penanda berakhirnya perjalanan para pilar utama generasi emas Belgia. Kekalahan ini memastikan Belgia tersingkir Piala Dunia 2026 dengan cara yang menyakitkan, meninggalkan rasa penyesalan mendalam bagi para pemain veteran dan pendukung setia mereka.
Kesalahan Beruntun yang Menentukan Nasib
Bagi tim yang dikenal dengan julukan “Red Devils”, kekalahan ini terasa pahit karena berasal dari kesalahan individu yang tidak biasa. Penjaga gawang muda Senne Lammens, yang masuk menggantikan Thibaut Courtois yang cedera, melakukan blunder di menit-menit akhir. Ia gagal menangkap tembakan jarak dekat dan bola rebound langsung disambar Mikel Merino untuk mencetak gol kemenangan Spanyol.
“Lammens tidak menutupi dirinya dengan gemilang. Dia tidak melakukan kesalahan seperti itu saat di Manchester United tahun lalu, tetapi tekanan di laga sebesar ini berbeda,” komentar Stephen Warnock dari BBC Radio 5 Live. Momen ini seolah menjadi simbol peralihan tongkat estafet dari generasi tua yang sudah habis masa keemasannya.
Akhir dari Satu Era: Generasi Emas Belgia Pamit
Pertandingan ini kemungkinan besar menjadi penampilan terakhir bagi empat anggota tersisa dari generasi emas Belgia: Thibaut Courtois, Romelu Lukaku, Kevin de Bruyne, dan Axel Witsel. Mereka telah menjadi tulang punggung tim nasional sejak Piala Dunia 2014 di Brasil. Saat itu, Belgia diperkuat sederet bintang seperti Eden Hazard, Vincent Kompany, dan Dries Mertens. Dalam dua edisi Piala Dunia berikutnya (2018 dan 2022), mereka berhasil mencapai semifinal dan memenangkan perebutan tempat ketiga pada 2018.
Namun, setelah gagal total di Piala Dunia 2022 (tersingkir di fase grup), dan kini Belgia tersingkir Piala Dunia 2026 di perempat final, kritik pun bermunculan. Banyak pihak menilai bahwa skuad bertabur bintang ini seharusnya bisa meraih lebih banyak trofi. Namun, menurut jurnalis Spanyol Guillem Balague, ekspektasi terhadap Belgia mungkin terlalu tinggi. “Dengan populasi kurang dari 12 juta jiwa, menuntut mereka untuk selalu menang adalah hal yang berlebihan. Mereka sudah berhasil finis ketiga di Piala Dunia 2018, dan itu pencapaian luar biasa,” ujarnya.

Pemain Veteran Lain yang Kemungkinan Pamit
Selain empat nama besar di atas, beberapa pemain senior lain seperti Leandro Trossard (31), Brandon Mechele (33), Timothy Castagne (33), Hans Vanaken (33), dan Thomas Meunier (34) juga diperkirakan tidak akan kembali memperkuat Belgia di Piala Dunia mendatang. Manajer Rudi Garcia mengungkapkan kekecewaannya, “Saya sedih untuk para veteran yang mungkin tidak akan kembali. Mereka pantas mendapatkan perpisahan yang lebih manis.”
Munculnya Generasi Baru: Harapan Masa Depan Belgia
Meskipun Belgia tersingkir Piala Dunia 2026 dengan cara yang mengecewakan, sinar harapan mulai terlihat dari pemain-pemain muda. Dalam wawancara sebelum laga, Courtois sempat mengatakan, “Ini era baru bagi kami. Ada generasi muda yang haus akan prestasi.” Tim asuhan Rudi Garcia memang diperkuat 13 pemain berusia 25 tahun ke bawah, dan beberapa di antaranya tampil menonjol.
Charles de Ketelaere, striker berusia 25 tahun, menjadi top skor bersama Belgia di turnamen ini dengan koleksi tiga gol. Ia juga sukses menciptakan ruang bagi para pemain sayap. Sementara itu, kapten Youri Tielemans (29) mencetak gol penyeimbang dan gol kemenangan dalam comeback dramatis melawan Senegal di babak 32 besar. Amadou Onana (24) juga tampil impresif sebelum cedera ligamen lutut, dan Jeremy Doku (24) menunjukkan kilas balik kemampuannya meski belum konsisten.
Pelajaran Berharga bagi Skuad Muda
Manajer Garcia menegaskan bahwa kekalahan ini akan menjadi pelajaran berharga. “Para pemain muda akan belajar banyak dari sini. Kami tidak perlu merasa terhina; kami mampu memberikan perlawanan sengit kepada Spanyol. Namun, kami kehilangan penjaga gawang dan kapten, serta harus mengganti De Bruyne di luar rencana. Terlalu banyak hal yang tidak berjalan sesuai skenario,” pungkasnya.
Kekalahan ini memang mengakhiri perjalanan generasi emas Belgia, tetapi dengan fondasi pemain muda yang mulai matang, masa depan sepak bola Belgia masih cerah. Mereka tinggal menunggu waktu untuk menuliskan sejarah baru. Namun untuk saat ini, Belgia tersingkir Piala Dunia 2026 meninggalkan satu pertanyaan besar: akankah ada generasi emas kedua yang mampu meraih gelar yang gagal didapatkan oleh para pendahulunya?