Jude Bellingham menyebut Harry Kane sebagai pemain terbaik yang pernah membela Timnas Inggris. Pujian itu muncul setelah kapten Inggris tersebut menyamai rekor 125 caps milik Peter Shilton pada kemenangan 3-0 atas Ceko di ajang Nations League. Dalam laga itu Kane tampil gemilang dengan mencetak dua gol.
Capaian tersebut semakin menegaskan posisi Kane sebagai salah satu penyerang paling produktif di dunia saat ini. Ia kini hanya berjarak sembilan gol dari torehan 100 gol internasional bersama Inggris. Penampilan apiknya di hadapan penonton Wembley sekaligus membawa tim asuhan Thomas Tuchel semakin dekat ke babak perempat final pada Maret mendatang.

Penampilan Gemilang Harry Kane Kontra Ceko
Harry Kane tampil sebagai bintang utama ketika Inggris mengalahkan Ceko 3-0 di ajang Nations League. Bermain di hadapan publik Wembley, penyerang Bayern Munich itu menyamai rekor 125 caps milik legenda Peter Shilton. Ia juga menyumbang dua gol yang menutup kemenangan tim asuhan Thomas Tuchel tersebut.
Gol pembuka Inggris lahir dari aksi Kane yang mengirim umpan silang hingga membuat bek Ceko, Vladimir Coufal, mencetak gol bunuh diri. Setelah itu Kane menambah dua gol lewat penampilan yang kembali membuktikan ketajamannya. Capaian ini membuatnya kini hanya berjarak sembilan gol dari torehan 100 gol bersama Timnas Inggris.
Sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Inggris, Kane kembali menunjukkan alasan dirinya masuk dalam bursa peraih Ballon d’Or. Konsistensinya bersama Bayern Munich maupun di tim nasional membuatnya tetap menjadi andalan utama. Laga melawan Ceko menjadi bukti terbaru bahwa usianya yang menginjak 33 tahun tidak mengurangi kualitasnya.
Pujian Jude Bellingham untuk Harry Kane
Rekor 125 caps yang diraih Kane mengundang pujian dari rekan setimnya, Jude Bellingham. Gelandang muda itu menyebut Kane sebagai pemain terbaik yang pernah mengenakan seragam Timnas Inggris. Menurutnya, tidak banyak lagi kata yang bisa diucapkan untuk menggambarkan sosok sang kapten.
Bellingham menilai Kane bukan hanya pesepak bola hebat, tetapi juga sosok yang luar biasa sebagai manusia dan pemimpin tim. Ia merasa terhormat bisa bermain bersama pemain yang dianggapnya sulit ditandingi tersebut. Bellingham juga menyoroti kemampuan Kane yang terus mencetak gol, ikut turun ke belakang, dan melakukan tekel.
Bagi Bellingham, penampilan Kane bahkan masih terus berkembang dari waktu ke waktu. Ia menilai sang kapten tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan meski sudah mencatat banyak penampilan. Pujian itu memperkuat posisi Kane sebagai salah satu pemain paling dihormati di skuad Inggris saat ini.
Peluang Memecahkan Rekor di Laga Berikutnya
Kane akan memecahkan rekor caps milik Shilton ketika Inggris menjamu Kroasia pada bulan depan. Inggris saat ini berada di posisi kedua Grup A3 dengan dua pertandingan tersisa. Kemenangan atas Ceko membuat mereka semakin dekat dengan tempat di babak perempat final pada Maret.
Kane mengaku capaian 125 caps menjadi salah satu prestasi terbesar dalam kariernya. Ia menyebut laga tersebut sebagai malam istimewa, terutama karena berhasil membantu tim meraih kemenangan. Menurutnya, pencapaian itu bahkan melampaui mimpinya sendiri.
Meski telah menorehkan banyak prestasi, Kane menegaskan tidak berniat melambat. Ia berharap masih punya waktu panjang sebelum mengakhiri karier bersama tim nasional. Kane juga merasa masih memiliki ruang untuk terus berkembang dan memperbaiki permainannya.
Mengejar Rekor Gol Ronaldo dan Ambisi Trofi
Kane mengaku pernah ditanya apakah memecahkan rekor penampilan lebih penting dibandingkan mencapai 100 gol. Ia menilai torehan 100 gol mungkin merupakan klub yang lebih eksklusif, terutama bagi seorang penyerang. Meski kini sudah berada di angka 90-an, ia berusaha tidak terlalu memikirkannya agar tidak kehilangan fokus.
Saat ditanya soal kemungkinan mengejar rekor gol internasional Cristiano Ronaldo yang mencapai 146 gol untuk Portugal, Kane hanya tertawa. Ia menyebut torehan tersebut masih berjarak sekitar 50 gol sehingga sangat jauh dari jangkauan. Namun ia tidak menutup kemungkinan jika kondisi fisiknya tetap prima dalam beberapa tahun ke depan.
Kane menegaskan bahwa ia bersedia menukar seluruh penghargaan individu demi meraih trofi besar bersama Inggris. Ia menyebut banyak pemain yang tetap bermain di level tertinggi hingga akhir usia 30-an bahkan 40-an. Selama masih merasa bisa membantu tim, ia akan terus bermain, dan akan berhenti begitu merasa tidak lagi mampu.
Pandangan Tuchel soal Progres Inggris
Pelatih Thomas Tuchel menilai Kane pantas mendapatkan panggung dan pujian atas pencapaiannya. Ia merasa Inggris telah menunjukkan kemajuan sejak finis di peringkat ketiga Piala Dunia. Menurutnya, sebuah tim memang perlu terus melangkah maju dan tidak berhenti pada pencapaian sebelumnya.
Tuchel mengakui bahwa perjalanan timnya sempat menuai pertanyaan dari berbagai pihak. Namun ia menegaskan Inggris tidak memulai segalanya dari nol karena fondasi yang ada bisa dibangun bersama. Ia pun menekankan bahwa saat ini tim sedang berusaha mengambil langkah berikutnya.
Pencapaian Harry Kane menyamai rekor 125 caps milik Peter Shilton menjadi momen penting dalam kariernya. Pujian dari Jude Bellingham menegaskan betapa besar pengaruh Kane bagi skuad Inggris. Dengan Kroasia sebagai lawan berikutnya, peluang memecahkan rekor itu terbuka lebar pada bulan depan.
Di luar catatan penampilan, Kane masih mengejar sejumlah target lain, termasuk 100 gol internasional dan trofi besar bersama Inggris. Ambisinya untuk terus bermain di level tertinggi menunjukkan bahwa ia belum siap berhenti. Seberapa jauh kariernya akan berlanjut, waktu yang akan menjawab.