Inter menang 5-3 atas Udinese pada laga lanjutan Serie A, Senin, meski sempat tertinggal dua gol lebih dulu. Kemenangan dramatis itu membuat Inter menjaga rekor sempurna mereka musim ini, sejajar dengan Roma yang juga belum pernah kehilangan poin. Dua tim itu kini sama-sama mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan dan berbagi posisi teratas klasemen.
Hasil tersebut menjadi bekal penting menjelang duel langsung antara kedua pemuncak klasemen pada Sabtu mendatang di Stadio Olimpico. Sementara itu, Como menguntit di peringkat ketiga dengan raihan 10 poin setelah menaklukkan Parma 2-1. Sorotan lain datang dari cedera yang membuat bek anyar Inter, John Stones, harus meninggalkan lapangan lebih cepat.

Inter Menang 5-3 atas Udinese usai Comeback Dramatis
Udinese membuka laga dengan cara yang nyaris sempurna dan mengejutkan tuan rumah. James Abankwah mencetak gol pertama pada menit kesembilan lewat sundulan tanpa pengawalan yang berarti. Tujuh menit berselang, Jurgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan tim tamu melalui penyelesaian jarak dekat, membuat Inter tertinggal 0-2 saat pertandingan baru berjalan 16 menit.
Inter tidak butuh waktu lama untuk bangkit. Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan dengan tendangan jarak jauh yang melesat masuk ke sudut bawah gawang. Sepuluh menit sebelum turun minum, Nicolò Barella menyamakan kedudukan dan mengubah momentum pertandingan sepenuhnya ke pihak tuan rumah.
Pada babak kedua, Inter menuntaskan pembalikan keadaan di menit ke-59. Marcus Thuram mencetak gol dari dalam kotak penalti setelah memanfaatkan umpan tarik Andy Diouf dari garis belakang. Francesco Esposito menambah gol keempat, lalu Ange-Yoan Bonny membuat skor menjadi 5-2 saat laga menyisakan 11 menit. Udinese sempat memperkecil lewat Idrissa Gueye di masa injury time, tetapi gol itu hanya berfungsi sebagai penghibur.
Kekhawatiran Cedera John Stones di Kubu Inter
Kemenangan Inter tidak sepenuhnya berjalan mulus. Bek asal Inggris, John Stones, harus ditarik keluar tak lama setelah menit ke-60 karena mengalami masalah pada ototnya. Laga melawan Udinese sendiri merupakan penampilan pertama Stones sebagai starter sejak bergabung dengan status bebas transfer pada musim panas ini.
Manajer Inter, Cristian Chivu, mengaku belum bisa memastikan seberapa serius kondisi pemainnya. Ia menyebut perlu ada pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui tingkat cedera yang dialami Stones. “Saya tidak tahu, saya belum sempat berbicara dengannya,” kata Chivu kepada Dazn. “Sepertinya dia merasakan sesuatu pada otot fleksornya, dan kemungkinan dia perlu menjalani sejumlah tes.”
Jika cedera itu terbukti cukup serius, Inter berpotensi menghadapi persoalan di lini belakang. Stones direkrut justru untuk memberi kedalaman pada sektor pertahanan yang menjadi salah satu titik lemah tim musim lalu. Karena itu, hasil pemeriksaan medis dalam beberapa hari ke depan akan sangat menentukan rencana Chivu menjelang rangkaian laga padat berikutnya.
Roma dan Como Ikut Menekan di Papan Atas
Roma memastikan catatan empat kemenangan dari empat pertandingan lewat kemenangan 2-0 di markas Torino. Donyell Malen membuka keunggulan lima menit sebelum jeda, memanfaatkan umpan salah dari kiper Lucas Perri yang lebih dulu dipotong Paulo Dybala. Niccolò Pisilli menutup pertandingan dengan gol di masa injury time, melepaskan tembakan dari sudut sempit setelah Gianluca Mancini menjaga bola tetap hidup di dekat garis lapangan.
Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, secara khusus memuji kemitraan antara Malen dan Dybala. Keduanya dinilai bukan hanya bertalenta secara individu, tetapi juga saling melengkapi saat bermain berdampingan. “Jelas, mereka berdua adalah pemain yang sangat bertalenta secara individu, tetapi mereka juga saling melengkapi sebagai pasangan. Mereka berpadu dengan indah untuk menciptakan gol di banyak pertandingan,” ujarnya kepada Dazn Italia.
Di sisi lain, Como melanjutkan tren positif dengan mengalahkan Parma 2-1 di kandang. Jacobo Ramón dan Kaiki Bruno menjadi pencetak gol dalam kemenangan tim asuhan Cesc Fàbregas tersebut, yang datang beberapa waktu setelah mereka menang pada debut di Liga Champions melawan RB Leipzig. “Ini kemenangan penting bagi saya sebagai pelatih, karena saya mulai menyadari tim seperti apa yang bisa kami bangun,” kata Fàbregas.
Apa Artinya bagi Persaingan Gelar Serie A
Dengan poin yang sama, duel antara Inter dan Roma pada akhir pekan nanti menjadi salah satu laga paling menentukan di awal musim. Pemenangnya berpeluang mengambil alih puncak klasemen sendirian, sementara tim yang kalah harus segera mengejar ketertinggalan. Pertemuan ini juga menjadi ujian pertama bagi kedua tim dalam menghadapi lawan sekelas mereka setelah pada empat pekan awal lebih banyak menghadapi tim papan tengah ke bawah.
Cara Inter bangkit dari ketertinggalan dua gol menunjukkan kekuatan mental sekaligus kedalaman skuad yang mereka miliki. Chivu bisa mengubah jalannya pertandingan lewat rotasi pemain, dan para pemain pengganti mampu memberikan kontribusi langsung berupa gol. Modal semacam ini biasanya sangat berharga ketika kompetisi memasuki jadwal padat dan kompetisi Eropa mulai menyita energi.
Sementara itu, Roma tampil lebih efisien dengan pertahanan yang belum banyak kebobolan. Efektivitas kombinasi Malen dan Dybala membuat serangan mereka tak perlu banyak peluang untuk mencetak gol. Perpaduan antara efektivitas Roma dan daya ledak Inter menjanjikan laga Sabtu nanti berlangsung menarik, terutama karena keduanya sama-sama belum merasakan kekalahan. Di sisi lain, keberadaan Como di posisi ketiga menjadi sinyal bahwa persaingan di Serie A musim ini tidak hanya milik tim-tim besar tradisional.
La Liga: Betis Menang, Villarreal Terpuruk
Di Spanyol, Real Betis meraih kemenangan 2-1 di markas Villarreal dan naik ke peringkat ketiga klasemen La Liga. Gol Cucho Hernández dan Natan memastikan tiga poin bagi tim tamu, sekaligus membawa mereka menyamakan perolehan angka dengan Real Madrid. Tuan rumah sebenarnya lebih dulu unggul melalui Gerard Moreno, tetapi mereka gagal mempertahankan keunggulan tersebut hingga laga usai.
Kekalahan itu meninggalkan Villarreal di zona degradasi dan menambah tekanan bagi tim asuhan mereka. Moreno mengakui situasi tersebut sedang sulit bagi seluruh pemain dan staf. “Saat ini semuanya berjalan melawan kami, tim-tim lain menghukum kami,” ujarnya kepada Movistar. Ia menambahkan bahwa timnya harus tetap bersatu dan menuntut lebih banyak dari diri sendiri, karena rasa cemas sering muncul ketika mereka tertinggal lebih dulu.
Penutup
Pekan ini menghadirkan kontras yang tajam: Inter dan Roma terus melaju tanpa kekalahan, sementara Udinese harus menerima kenyataan pahit setelah unggul dua gol lebih dulu. Kemenangan 5-3 atas Udinese memperlihatkan bahwa Inter punya kemampuan untuk bangkit dari situasi sulit, meski tetap menyisakan tanda tanya soal kondisi John Stones. Roma sendiri menunjukkan wajah yang lebih tenang dan efisien lewat kemenangan bersih di Turin.
Semua sorotan kini mengarah ke pertemuan kedua tim di Stadio Olimpico pada Sabtu nanti. Laga itu tidak hanya menentukan siapa yang berhak memimpin klasemen sendirian, tetapi juga memberi gambaran awal tentang siapa yang paling siap bersaing memperebutkan gelar musim ini.