Pelatih timnas Amerika Serikat Mauricio Pochettino resmi mengumumkan skuad USMNT untuk jendela pertandingan September–Oktober. Nama paling mengejutkan datang dari remaja 16 tahun Cavan Sullivan yang masuk dalam daftar 28 pemain, sementara Christian Pulisic justru tidak dipanggil. Ini menjadi skuad pertama Pochettino setelah Piala Dunia musim panas lalu, dan komposisinya menandai dimulainya siklus baru bagi tim nasional AS.
Pemanggilan ini penting karena Pochettino secara terbuka ingin melepas patokan lama yang selama ini membuat nama-nama besar nyaris otomatis masuk daftar. Ia menyebut performa masa lalu tidak lagi cukup menjadi alasan, dan bahwa pintu timnas kini dibuka berdasarkan kondisi terkini setiap pemain. Sebanyak 13 pemain berpotensi menjalani debut dalam empat laga persahabatan yang akan digelar di berbagai kota di Amerika Serikat, menjadikan jendela ini sebagai salah satu periode regenerasi paling besar dalam beberapa tahun terakhir.

Cavan Sullivan dan 13 Pemain yang Berpotensi Debut
Sullivan menjadi nama paling mencolok dalam daftar yang disusun Pochettino. Gelandang serang Philadelphia Union itu baru berusia 16 tahun, tetapi penampilannya di MLS membuatnya layak mendapat panggilan pertama ke tim senior. Ia termasuk satu dari 13 pemain yang berpeluang mencatatkan debut bersama timnas AS dalam beberapa pekan ke depan.
Catatan statistik Sullivan musim ini tergolong luar biasa untuk usianya. Ia mengemas enam gol dan lima assist dari 1.368 menit bermain di kompetisi liga sepanjang tahun ini. Setelah MLS memasuki jeda karena Piala Dunia, ia bahkan masuk ke starting line-up yang disusun pelatih interim Ryan Richter, bukti bahwa kepercayaan kepadanya bukan sekadar wacana.
Andai benar-benar turun ke lapangan, Sullivan akan menjadi pemain keempat termuda yang pernah membela timnas AS. Rekor tersebut hingga kini masih dipegang Freddy Adu. Ia akan genap berusia 17 tahun pada 28 September, dua hari setelah laga persahabatan pertama AS melawan Peru dan sehari sebelum laga kedua melawan Chile.
Dalam pemanggilan ini Sullivan tidak datang sendirian. Dua rekannya di Philadelphia Union, bek Neil Pierre dan Frankie Westfield, ikut dipanggil untuk menjalani kamp latihan pertama mereka bersama timnas. Kehadiran mereka menegaskan bahwa akademi Union menjadi salah satu pemasok utama talenta muda bagi skuad Pochettino kali ini.
Siapa Saja Nama Baru yang Dipanggil Pochettino?
Selain Sullivan, Pochettino memanggil sejumlah prospek paling menjanjikan yang dimiliki AS saat ini. Zavier Gozo berpeluang debut setelah meninggalkan klub masa kecilnya, Real Salt Lake, untuk bergabung dengan Crystal Palace pada musim panas ini. Ada pula Peyton Miller, pemain 18 tahun yang di New England Revolution dimainkan sebagai winger kanan meski diproyeksikan menjadi bek kiri di masa depan.
Posisi kiper juga mendapat suntikan wajah baru. Dua penjaga gawang tanpa caps bergabung bersama Matt Freese dan Chris Brady, yakni Diego Kochen yang berusia 20 tahun dan merupakan produk akademi Barcelona serta kini menjalani masa peminjaman di Lyngby, Denmark. Satu nama lain adalah Brian Schwake, kiper 25 tahun yang menjadi penjaga gawang Nashville SC, tim yang tampil dominan di MLS musim ini.
Dua pemain jebolan akademi Red Bull New York turut masuk daftar. Julian Hall, striker berpaspor ganda Polandia-Amerika, saat ini menjadi remaja paling produktif di MLS dengan sembilan gol, dan pergerakannya tanpa bola bisa langsung membuatnya jadi ancaman di kotak penalti. Adri Mehmeti, gelandang 17 tahun yang rutin tampil di bawah asuhan Michael Bradley, sudah terlihat nyaman mengatur irama penguasaan bola lewat sirkulasi umpan dan inisiatif ke depan.
Ada pula nama-nama yang kehadirannya lebih mengejutkan, karena sedikit pihak yang menduga Pochettino akan mengubah komposisi sebesar ini dibanding skuad 26 pemain di Piala Dunia musim panas. Justin Ellis adalah penyerang 19 tahun yang berkembang baik saat bermain di sekitar rekan barunya di Orlando City, Antoine Griezmann. Mathis Albert, produk Borussia Dortmund, sering disebut bersaing dengan Sullivan sebagai prospek terbaik generasi ini, meski belum menjadi pemain reguler di tim cadangan klub Jerman tersebut. Sementara Brooklyn Raines, gelandang 21 tahun milik New England, berpotensi menjadi pemain ketiga kelahiran Liberia yang membela timnas AS, setelah Doc Lawson pada 1979 dan Darlington Nagbe dengan 25 caps.
Alasan Pulisic, McKennie, dan Balogun Tak Dipanggil
Di sisi lain, sejumlah nama yang menjadi langganan skuad harus menerima kenyataan tidak dipanggil. Christian Pulisic absen setelah memulai musim dengan lambat di Milan, tempat ia lebih sering menjadi opsi dari bangku cadangan di bawah asuhan Ruben Amorim. Weston McKennie juga tidak masuk karena melewatkan sebagian besar awal musim Juventus akibat kelelahan otot.
Folarin Balogun menyusul keduanya ke luar daftar, kemungkinan besar karena minimnya menit bermain setelah transfernya ke Everton gagal terwujud. Keputusan ini sejalan dengan pernyataan Pochettino bahwa pemanggilan tidak lagi didasarkan pada nama besar atau pencapaian sebelumnya. Menurutnya, timnas kini dibangun berdasarkan kondisi aktual pemain saat ini.
“Saya pikir kita perlu sedikit mengubah cara berpikir, ketika semua orang berkata ‘tidak, nama itu harus ada di sini karena performanya di masa lalu’. Tidak, tidak. Ini awal yang baru, ini siklus baru,” ujar Pochettino. “Semua pemain punya pintu terbuka, tetapi sekarang bukan tentang apa yang mereka lakukan di masa lalu. ‘Saya Balogun dan mencetak banyak gol’; atau Malik Tillman, ‘Saya bermain dan menjadi salah satu yang terbaik di Piala Dunia.’ Ya, tapi sekarang ini soal hari ini. Sepak bola adalah tentang hari ini, dan begitulah cara kami ingin membangun proses di siklus ini.”
Peran Pemain Senior dan Dampaknya bagi Skuad
Meski mendorong regenerasi, Pochettino tetap menyertakan sejumlah pemain berpengalaman sebagai penopang. Ada sembilan pemain yang masuk jendela ini dengan setidaknya 30 caps bersama timnas senior. Mereka adalah bek Chris Richards, Miles Robinson, Antonee Robinson, dan Sergiño Dest; gelandang Tyler Adams, Yunus Musah, Malik Tillman, dan Gio Reyna; serta striker Ricardo Pepi.
Delapan dari sembilan pemain tersebut merupakan bagian dari skuad Pochettino di Piala Dunia, sementara Musah kembali dipanggil untuk pertama kali sejak sebelum Gold Cup 2025. Sejumlah nama lain yang juga kembali dari Piala Dunia adalah Matt Freese, Chris Brady, Alex Freeman, Auston Trusty, dan Sebastian Berhalter. Kombinasi ini menunjukkan bahwa Pochettino tidak sekadar membongkar tim, tetapi mencoba menyeimbangkan penyegaran dengan stabilitas.
Bagi para pemain muda, jendela ini menjadi peluang sekaligus ujian. Mereka tidak hanya bersaing memperebutkan tempat, tetapi juga harus membuktikan bahwa mereka mampu menyerap pola permainan Pochettino dalam waktu singkat. Sebaliknya, bagi pemain senior yang tetap dipanggil, posisi mereka kini tidak lagi otomatis dan setiap menit bermain menjadi penentu untuk tetap masuk perhitungan.
Mata Pochettino Sudah Tertuju ke Olimpiade Los Angeles 2028
Perekrutan begitu banyak pemain baru juga dilakukan dengan mempertimbangkan Olimpiade 2028 yang akan digelar di Los Angeles. Steve Cherundolo, yang mengumpulkan 87 caps bersama timnas AS sebelum meraih MLS Cup sebagai manajer Los Angeles FC, akan memimpin tim U-23 pada tahun tersebut. Regulasi Olimpiade mengizinkan setiap tim menurunkan tiga pemain di atas batas usia, sehingga ketersediaan banyak opsi muda membuat pelatih bisa memakai jatah senior untuk memaksimalkan potensi tim, bukan sekadar menambal kekurangan seperti yang dilakukan Marko Mitrovic di Paris 2024 dengan dua dari tiga jatah over-age untuk posisi bek tengah.
“Ini adalah kesepakatan untuk membawa pemain baru, pemain dengan potensi, dengan kemungkinan menghabiskan lebih banyak waktu latihan dan lebih banyak waktu bersama,” kata Pochettino. “Ketika kami membicarakan perpanjangan kontrak, federasi meminta saya turut membantu menyusun skuad untuk menuju Olimpiade 2028, bekerja sangat dekat dengan Steve Cherundolo, dengan tim U-23, dan dengan seluruh pembinaan muda di federasi, untuk membangun pengalaman itu.”
Pochettino menambahkan bahwa tujuannya adalah agar para pemain tiba di Olimpiade dengan pengalaman yang bisa mengantar mereka meraih medali emas. Menurutnya, itu pula yang menjadi target federasi dan semua pihak, karena Amerika Serikat sangat mencintai Olimpiade dan ajang tersebut dianggap penting bagi perkembangan sepak bola di negara itu. Federasi ingin memastikan mereka menurunkan tim yang benar-benar kompetitif di turnamen tersebut.
Daftar Lengkap Skuad USMNT Jendela September–Oktober
Berikut susunan 28 pemain yang dipanggil Pochettino:
- Kiper: Chris Brady (Chicago Fire), Matt Freese (New York City FC), Diego Kochen (Lyngby Boldklub), Brian Schwake (Nashville SC)
- Bek: George Campbell (West Bromwich Albion), Sergiño Dest (PSV Eindhoven), Alex Freeman (Villarreal), Peyton Miller (New England Revolution), Neil Pierre (Philadelphia Union), Chris Richards (Crystal Palace), Antonee Robinson (Fulham), Miles Robinson (FC Cincinnati), Auston Trusty (Celtic), Frankie Westfield (Philadelphia Union)
- Gelandang: Tyler Adams (Bournemouth), Mathis Albert (Borussia Dortmund), Sebastian Berhalter (Middlesbrough), Zavier Gozo (Crystal Palace), Adri Mehmeti (Red Bull New York), Yunus Musah (Milan), Brooklyn Raines (New England Revolution), Gio Reyna (Strasbourg), Malik Tillman (Bayer Leverkusen)
- Penyerang: Cole Campbell (Elversberg), Justin Ellis (Orlando City), Julian Hall (Red Bull New York), Ricardo Pepi (PSV), Cavan Sullivan (Philadelphia Union)
Kesimpulan
Skuad USMNT untuk jendela September–Oktober ini menandai titik balik yang jelas: Pochettino memilih membuka ruang bagi 13 calon debutan, termasuk Cavan Sullivan yang berusia 16 tahun, sambil menepikan nama-nama mapan seperti Christian Pulisic, Weston McKennie, dan Folarin Balogun. Keputusan itu ditegaskan langsung oleh sang pelatih, yang menilai pemanggilan harus berdasarkan kondisi hari ini, bukan catatan masa lalu. Di saat yang sama, sembilan pemain berpengalaman tetap dipertahankan agar proses regenerasi tidak kehilangan keseimbangan.
Yang tak kalah menarik, seluruh langkah ini juga dirancang sebagai persiapan panjang menuju Olimpiade Los Angeles 2028 bersama tim U-23 yang akan dilatih Steve Cherundolo. Artinya, empat laga persahabatan dalam waktu dekat bukan hanya ajang uji coba, melainkan bagian awal dari proyek besar yang targetnya sudah dipatok sejak sekarang. Hasilnya akan terlihat bertahap, tetapi arah yang dipilih Pochettino sudah sangat gamblang.