Pertandingan Inggris vs Meksiko Sempat Dihantam Ketidakpastian
Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Meksiko nyaris berubah total dalam waktu lima setengah jam yang penuh ketegangan. Dalam rentang waktu singkat itu, Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) sempat mengumumkan perubahan jadwal, lalu mendapat perlawanan dari kedua asosiasi, hingga akhirnya membatalkan keputusan tersebut. Kekacauan jadwal Inggris vs Meksiko ini membuat para penggemar, pemain, dan ofisial kebingungan.
Awalnya, FIFA berencana memajukan kick-off enam jam lebih awal dari jadwal asli. Namun, setelah mendapat tekanan dari Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan Federasi Sepak Bola Meksiko (FMF), serta berbagai kendala logistik, FIFA akhirnya memutuskan mempertahankan waktu pertandingan semula. Laga di Azteca tetap digelar Minggu pukul 18:00 waktu setempat (Senin pukul 01:00 BST).
Kronologi Kekacauan: Dari Rumor Hingga Pembatalan
18:30 BST – Kabar Perubahan Mulai Beredar
Para pendukung Inggris bersiap menonton laga larut malam. Tiba-tiba, wartawan Meksiko melaporkan bahwa FIFA mempertimbangkan memajukan pertandingan enam jam. Alasannya? Prakiraan badai petir di sekitar Azteca pada jam pertandingan awal. FIFA khawatir dampak petir dan banjir. Apakah juga terkait insiden perayaan kemenangan Meksiko atas Ekuador yang menewaskan empat orang? Tidak ada kepastian.

Andres Vaca dari stasiun radio TUDN pertama kali mengabarkan potensi perubahan ini, membuat banyak pihak terkejut – bukan hanya suporter. Skuad Inggris sedang menjalani latihan terbuka di Kansas saat berita menyebar. FA tidak tahu apa-apa ketika jurnalis BBC mulai bertanya.
20:00 BST – FA dan FIFA Berunding
Baru sekitar pukul 20:00 BST FA mendapat konfirmasi bahwa FIFA memang berniat mengubah jadwal. FA meminta waktu untuk mempelajari rencana tersebut. Kedua asosiasi marah karena perubahan diusulkan kurang dari 48 jam sebelum kick-off. Masalah yang diangkat meliputi dampak perjalanan suporter, logistik acara besar yang diubah mendadak, dan persiapan tim.
Sementara itu, pemain Inggris seperti Morgan Rogers dan Marcus Rashford memberikan pernyataan tenang di hadapan media. Mereka mengaku siap dengan perubahan apa pun. Sekitar pukul 21:30 BST, pesawat charter Inggris lepas landas menuju Mexico City tanpa kepastian jadwal. Pelatih Meksiko Javier Aguirre menyebut usulan perubahan itu sebagai “tendangan ke perut”. Beredar laporan bahwa BBC ikut melobi, namun juru bicara BBC membantah.
22:00 BST – Awal Pembalikan Keputusan
Cuaca ekstrem memang menjadi pertimbangan sejak awal turnamen. Pada Piala Dunia Antarklub tahun lalu di AS, terjadi enam kali penundaan karena cuaca. Sumber menyebut FIFA ingin meminimalkan gangguan. Namun, saat perubahan akan dikonfirmasi, media Meksiko melaporkan bahwa FIFA justru mulai mundur. Kemarahan dari kedua kubu dan hambatan logistik dinilai terlalu besar.
Jurnalis Meksiko Gibran Araige menulis bahwa FIFA mundur dan pertandingan tetap pukul 18:00 waktu Meksiko. Kedua federasi merasa kesal. Hingga tengah malam, sumber BBC melaporkan kick-off tidak berubah.
Dampak Kekacauan pada Suporter dan Logistik
Keputusan final mempertahankan jadwal asli didasari beberapa alasan. Suporter bisa jadi melewatkan pertandingan jika waktu diubah. Inggris Supporters’ Travel Club mendapat jatah 3.000 tiket yang ludes terjual sejak Desember. Dengan kick-off pukul 18:00, suporter bisa terbang lebih awal pada hari Minggu. Dua penerbangan dari Atlanta mendarat pukul 09:55 dan 11:55 – jika pertandingan dimajukan ke pukul 12:00, rencana mereka kacau balau.
Faktor lain adalah penolakan kedua asosiasi dan kesulitan menggeser jadwal Brasil vs Norwegia agar tidak tumpang tindih. Bagi penonton di Inggris, kick-off pukul 01:00 BST pada Senin pagi tetap melelahkan.
Bagaimana Cuaca Mempengaruhi Pertandingan?
Menurut penyiar utama cuaca BBC, Ben Rich, kemungkinan hujan pada kick-off awal (pukul 12:00) lebih kecil dibanding sore hari. Suhu maksimal diperkirakan 23°C, lebih hangat dari sore hari, namun kelembaban tengah hari lebih rendah. Badai petir harian adalah hal biasa di Mexico City pada musim ini, dan risiko Minggu diprediksi sangat tinggi. Cekungan tekanan rendah di atmosfer tengah dan atas membuat udara tidak stabil sehingga memicu badai petir dan hujan es. Aktivitas badai cenderung puncak di sore hingga malam, sehingga memajukan jadwal bisa menghindari cuaca terburuk.
Pengaruh Ketinggian Terhadap Pemain
Dr. Barney Wainwright dari Leeds Beckett University menjelaskan bahwa ketinggian dapat menurunkan kapasitas aerobik maksimal sekitar 10%. Jika suhu lebih hangat, efeknya bisa berlipat. Namun, kick-off lebih awal atau tidak tidak akan membuat perbedaan signifikan. Suhu lapangan mungkin sedikit lebih tinggi karena penonton, tapi tidak cukup berarti. Namun, perubahan jadwal bisa memengaruhi pola istirahat pemain karena ketinggian mengganggu tidur. Di sisi lain, kemungkinan penghentian pertandingan akibat badai petir justru dapat memberi Inggris kesempatan beristirahat dari efek ketinggian.
Kekacauan jadwal Inggris vs Meksiko ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya perencanaan matang dalam turnamen besar. Keputusan FIFA yang berubah-ubah dalam hitungan jam menunjukkan betapa kompleksnya menggelar pertandingan di tengah ancaman cuaca ekstrem dan tekanan dari berbagai pihak. Meski akhirnya jadwal tetap, kebingungan yang terjadi meninggalkan pertanyaan besar: mengapa hal ini tidak diantisipasi lebih awal?