Prancis vs Paraguay Piala Dunia 2026: Kemenangan Kontroversial di Tengah ‘Dark Arts’ Lawan

Pertarungan Panas di Philadelphia: Prancis Bertahan dari ‘Seni Hitam’ Paraguay

Pertandingan Prancis vs Paraguay Piala Dunia 2026 menyuguhkan tontonan yang jauh dari sepak bola indah. Tim asuhan Didier Deschamps harus bekerja ekstra keras untuk mengatasi tekanan fisik dan psikologis dari lawannya. Dalam laga babak 16 besar yang berlangsung di Philadelphia, Prancis menang tipis 1-0 lewat penalti kontroversial Kylian Mbappe. Namun, yang paling menyita perhatian bukan hanya gol, melainkan aksi-aksi kasar Paraguay yang disebut banyak pihak sebagai ‘memalukan’.

Paraguay sebelumnya berhasil mengejutkan publik dengan mengalahkan Jerman di babak sebelumnya. Namun, melawan Prancis, mereka menunjukkan sisi gelap permainan. Bek legendaris Inggris, Joe Hart, yang menjadi komentator BBC One, menyebut tindakan pemain Paraguay sebagai “aib mutlak”. Bahkan ia menambahkan, “Jika mereka ada di tim saya, saya akan menarik mereka keluar lapangan.”

Prancis vs Paraguay

Jalannya Pertandingan: Panas, Kasar, dan Penuh Provokasi

Babak Pertama Tanpa Tembakan Tepat Sasaran

Suhu di Philadelphia saat kick-off mencapai 38,3°C, menjadikannya salah satu laga terpanas dalam sejarah Piala Dunia. Kondisi ini jelas memengaruhi ritme permainan. Prancis yang sebelumnya tampil dominan di fase grup kesulitan mengembangkan serangan. Selama 45 menit pertama, Les Bleus bahkan gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran.

Namun, yang lebih merepotkan adalah taktik brutal Paraguay. Andres Cubas hampir tidak dihukum setelah melanggar keras Adrien Rabiot. Juan Jose Caceres juga lolos dari kartu setelah menendang Mbappe. Wasit asal Uzbekistan, Ilgiz Tantashev, menjadi sorotan karena dianggap terlalu longgar. Akibatnya, tiga pemain Prancis—Manu Kone, Bradley Barcola, dan Michael Olise—justru mendapat kartu kuning, sementara tidak satu pun pemain Paraguay yang diganjar kartu.

Momen Penalti yang Menentukan

Keputusan kontroversial datang pada menit ke-70. Diego Gomez menjatuhkan Desire Doue di kotak terlarang. Setelah meninjau tayangan ulang di monitor, wasit Tantashev menunjuk titik putih. Namun, sebelum Mbappe mengambil eksekusi, pemain Paraguay mencoba segala cara untuk mengganggu. Gustavo Velazquez bahkan terlihat menggaruk-garuk titik penalti agar licin.

Mbappe tidak terpengaruh. Dengan tenang ia menuntaskan tugasnya dan mencetak gol ketujuhnya di turnamen ini, menyamai catatan Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas. Gol itu menjadi satu-satunya yang tercipta hingga laga usai. Setelah peluit panjang, keributan sempat terjadi saat Velazquez mencoba mendekati pemain Prancis.

Reaksi Pemain dan Pelatih: Prancis Siap Berperang

“Mereka pikir kami akan datang dengan jas dan dasi,” ujar Mbappe usai pertandingan. “Kami siap bermain keras. Itu gaya mereka, tidak ada yang salah, tapi kami yang menang.” Deschamps mengaku telah memerintahkan pemain bertubuh besar untuk melindungi Mbappe di menit-menit akhir. “Saya menyuruh dua pemain terbesar untuk berdiri di dekat Kylian karena mereka akan menebasnya,” tambah pelatih yang kini mencatat 10 kemenangan di babak gugur Piala Dunia tersebut.

William Saliba, bek Arsenal, mengungkapkan bahwa tim sudah mempelajari video pertandingan Paraguay sebelumnya. “Mereka akan datang keras, melakukan pelanggaran, dan memprovokasi. Kami harus tetap fokus, jangan buang energi untuk berdebat,” katanya. Rayan Cherki, penyerang Manchester City, menambahkan, “Kami bisa bermain cantik, tapi juga bisa berperang.”

Analisis Wasit: Kegagalan Mengendalikan Laga

Piala Dunia 2026 sejauh ini dikenal dengan gaya wasit yang mendukung permainan cepat. Namun, pendekatan itu gagal total di tangan Ilgiz Tantashev. Seharusnya ia lebih tegas sejak awal, seperti yang dilakukan Michael Oliver di laga Kanada vs Maroko yang mengeluarkan enam kartu kuning sebelum jeda. Alhasil, permainan justru semakin liar di babak kedua. Statistik pelanggaran 13:11 tidak mencerminkan kenyataan—banyak pelanggaran Paraguay yang luput dari pengamatan.

Bahkan komentator Pat Nevin menyebut Paraguay menggunakan “setiap seni hitam yang bisa dipakai”. Mulai dari sikut ke perut Upamecano, tangan di wajah Kounde, hingga pura-pura jatuh untuk mendapatkan kartu lawan. Semua dilakukan tanpa satu pun kartu kuning untuk Paraguay. Sebuah ironi yang membuat banyak pengamat geram.

Kesimpulan: Kemenangan Berharga yang Menunjukkan Karakter

Kemenangan Prancis vs Paraguay Piala Dunia 2026 ini mungkin tidak indah, tetapi sangat berharga. Les Bleus membuktikan bahwa mereka tidak hanya bisa bermain menyerang, tetapi juga mampu bertahan dari tekanan fisik dan mental. Langkah selanjutnya adalah menghadapi Maroko di perempat final. Dengan semangat seperti ini, kans Prancis untuk mempertahankan gelar juara dunia semakin terbuka.

Bagi Paraguay, meskipun permainan kasar mereka menuai kritik, tidak bisa dipungkiri mereka hampir membuat frustrasi juara bertahan. Namun, dalam sepak bola modern, keseimbangan antara kegigihan dan sportivitas tetap menjadi kunci. Laga ini menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati tidak hanya diukur dari skor, tetapi juga dari cara meraihnya.